Koran Terakhir April 2040?

Era media cetak di zaman digital ini suram. Banyak ramalan menyebutkan, media cetak akan musnah dan menjadi sejarah. Philip Meyer, penulis buku “The Vanishing Newspaper“, meramalkan koran terakhir terbit pada April 2040. Demikian diungkapkan wartawan senior Harian Kompas, Ninok Leksono, dalam diskusi terbatas “Konvergensi Media: Peluang dan Tantangan New Media di Indonesia” di Jakarta, Selasa (9/12).

Ninok mengungkapkan, bayang-bayang suram media cetak ini ditunjukkan oleh kondisi real trend konsumsi masyarakat atas media cetak. Ia mengutip penelitian AC Nielsen yang menyebutkan oplah media cetak turun sementara konsumsi media digital justru naik. “Oplah koran turun 4 persen, majalah 24 persen, tabloid 12 persen. Sementara, penonton televisi naik 2 persen dan pengakses internet naik 17 persen,” jelas dia.

Selanjutnya, dari sisi karakteristiknya, media cetak dinilai sudah tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan masyarakat yang serba cepat. Distribusi media cetak terkendala faktor geografi, sementara internet meruntuhkan batas-batas tradisional itu. “Media cetak juga dinilai lamban. Periodesasi koran 24 jam tidak pas lagi dengan dinamika zaman. Sekarang masyarakat membutuhkan continous deadline,” terang Ninok.

Selain itu, ia menambahkan, tatanan masyarakat ke depan akan sangat diwarnai oleh generasi baru yang disebutnya generasi digital. “Generasi digital adalah mereka yang lahir setelah tahun 80. Bisa dibilang sejak lahir mereka sudah bersentuhan dengan teknologi. Mereka lebih senang main internet dan nonton tv daripada baca koran,” ujarnya.

sumber kompas.co.id

3 Tanggapan

  1. Menurut saya kita tidak dapat membuktikan apakah media cetak terakhir di terbitkan pada april 2040,belum tentu juga orang yang lahir pada era yang serba canggih pasti akan lebih memilih media elektronik tanpa mempedulikan media cetak..Kita sebagai manusia biasa pasti mempunyai suatu titik kejenuhan dan ingin mencoba hal yang jarang dilakukan dan memungkinkan mencoba beralih ke media cetak.Efek negatif bagi kesehatan untuk media cetak lebih minim di banding media elektronik.Suatu saat pasti yang memproduksi media cetak akan membuat solusi untuk menangani masalah ini,mungkin menurut saya contohnya seperti : adanya perjanjian bahwa ada info yang tak dapat di akses media elektronik dan harus melalui media cetak.

  2. peramal juga manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: