Selamat Idul Fitri 1429 H

Ekonomi Lebaran, Ekonomi Remiten

Fenomena mudik merupakan fenomena yang khas Indonesia, di mana ikatan kampung halaman, khususnya orang tua dan kekerabatan, masih sangat kuat.

Peristiwa mudik merupakan fenomena ekonomi remiten, yaitu pemudik membawa surplus perkotaan atau pusat dikembalikan ke daerah atau pedesaan. Jika seorang membelanjakan antara 1 sampai 2 juta rupiah, maka jumlah yang dibelanjakan langsung kembali ke daerah pada saat mudik diperkirakan sekira Rp40 triliun.

Jumlah yang sangat berarti dibelanjakan dalam sekitar 10 hari. Remiten merupakan sumber ekonomi yang sangat penting bagi pedesaan. Para pekerja pedesaan, baik yang bekerja di industri pengolahan, bekerja di sektor konstruksi, jasa-jasa terutama jasa transportasi, perdagangan, perhotelan, restoran, dan warung makan, serta yang paling populer menjadi pekerja keluarga (house keeper) sangat penting menopang keluarga- keluarga di perkotaan dan di luar negeri.

Remiten yang sangat berarti bagi pedesaan dan juga bagi devisa negara adalah yang dihasilkan oleh para house keeper tenaga kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri. Tahun lalu, remiten dari luar negeri diperkirakan Rp81 triliun.

Jumlah ini sangat berarti untuk menggerakkan ekonomi pedesaan yang selama ini terpinggirkan. Memang sektor pertanian menjadi fokus selama pemerintahan Orde Baru, akan tetapi peningkatan efisiensi dan produktivitas tidak bisa menghalangi batas absolutnya, yaitu luas tanah yang sangat kecil. Pekerjaan di luar pertanian sangat diperlukan oleh tenaga kerja pedesaan.

“Laptopisasi”: Penyedotan Kembali Surplus Pedesaan

Memang pedesaan mendapat remiten saat Lebaran dan di hari-hari lain secara rutin. Namun, perkembangan tingkat konsumsi dan gaya hidup pedesaan yang dipompa lebih cepat menyebabkan remiten yang sangat berarti tersebut tersedot kembali.

Intrusi iklan, khususnya melalui TV dan interaksi tenaga kerja dengan gaya hidup perkotaan dan luar negeri, menyebabkan perubahan tingkat konsumsi yang lebih cepat. Pemerintah tidak memiliki strategi kebudayaan sama sekali yang berfungsi membentuk karakter bangsa yang pada akhirnya berkaitan dengan konsumtifisme.

Misalnya penggunaan hasil produksi dalam negeri gagal dilaksanakan, bahkan untuk proyek-proyek yang dibiayai pemerintah sendiri. Peningkatan perilaku konsumtif yang lebih cepat dari sumbangan remiten bisa menjadi pemicu kemiskinan relatif di pedesaan.

Barang-barang modern yang makin gencar menyerbu pertahanan konsumsi tradisional pedesaan tidak lagi mampu dibiayai dan menyebabkan kemiskinan baru dalam arti munculnya jurang kebutuhan dan pembiayaannya.

Dua fenomena paling mencolok penyedotan kembali remiten dan bahkan sumber asli pedesaan misalnya pada penggunaan telepon seluler (ponsel) dan pulsanya dan kampanye penggunaan information and communication technology (ICT) dalam bentuk internet yang tanpa sadar berpotensi menyedot daya beli pedesaan.

Pemerintah sendiri sekarang tersihir oleh kemajuan dan manfaat internet dalam mengakses data. Pemerintah melalui Depdiknas memelopori penggunaan internet sampai di pedesaan. Buku elektronik sekolah (EBS) adalah salah satu contoh gencarnya pemerintah dalam memprakarsai penggunaan internet.

E-governance, e-business, e-marketing, dan berbagai bentuk lainnya mendapat acungan jempol di mana-mana. Pemerintah kabupaten yang memiliki jaringan online dengan kecamatan dan desa menjadi tempat studi banding.

Penggunaan ponsel dan internet itu sendiri tidak salah, yaitu merupakan jalan mengakses informasi dan memperbaiki produktivitas pedesaan di masa depan. Yang salah adalah tidak dipersiapkannya partisipasi domestik atau local content dalam memenuhi pasar domestik yang begitu luas ke depan.

Kampanye internet terlihat agak gugup dan reaktif dengan kajian selintas melihat perkembangan internet di negara lain yang maju. Laptop sekarang dipasarkan dengan harga sangat murah, terutama merek-merek terkenal yang diproduksi di China dan hanya dipasarkan sekitar seperempat harga semula.

Di samping menjadi tempat relokasi industri ICT, raksasa China juga mengakuisisi industri-industri ICT lainnya. Kegugupan kita dengan tergesa-gesa mendorong masyarakat membiasakan penggunaan komputer dan internet diduga akan menyedot bahkan menguras bukan saja remiten pedesaan, tetapi sekaligus surplus yang dimiliki pedesaan.

Kampanye penggunaan internet memperbesar market Indonesia bisa sampai menembus 100 juta pengguna di masa depan. Penggunaan internet di samping untuk memperoleh segala macam informasi, teknologi, ilmu pengetahuan, wawasan, tetapi juga hiburan.

Jika efek hiburan lebih mendorong gaya hidup dan sifat konsumtif daripada efek produktif, atau dengan kata lain efek market lebih potensial dari efek kemampuan memproduksi dan berkontribusi, maka efek informasi tersebut justru defisit yang harus dibayar dengan sangat mahal.

Defisit neraca informasi ini akan menjadi defisit neraca perdagangan yang riil di masa depan yang berasal dari impor produk jadi dan komponen. Belanja teknologi ini akan menyedot daya beli pedesaan, ke kota dan akhirnya ke luar negeri.

Langkah Strategis

Sejalan dengan “laptopisasi” sekolah-sekolah yang sangat strategis dalam membentuk perilaku konsumsi di masa depan, maka industri ICT dengan muatan lokal harus digenjot lebih dulu. Pemikiran dan strategi seperti diuraikan terakhir ini terasa sangat kurang atau bahkan tidak ditemukan sama sekali.

Pemikiran untuk mendorong penggunaan ICT, misalnya, kelihatan sangat spontan dan tidak dipikirkan secara strategis, atau komprehensif kait-mengait untuk kepentingan bangsa yang lebih luas. Sekolah menengah kejuruan yang ada saja cukup dapat diandalkan untuk merakit ICT dan bahkan laptop.

Dropping ICT dari pemerintah untuk kantor-kantor, sekolah, dan universitas sebaiknya menggunakan rakitan ini dan bukan membiarkan potensi surplus dan kesempatan belajar dari APBN bocor ke luar negeri.

Kenapa pemerintah tidak memiliki strategi untuk mengharuskan kantor-kantor dan sekolah menggunakan ICT dalam negeri? ICT dalam negeri itu pun tentu masih berbasis assembling dan lisensi. Akan tetapi hal tersebut masih membawa harapan ke depan agar derajat muatan lokalnya dapat ditingkatkan.

Demikian juga strategi budaya yang lebih luas yang memperkuat jati diri bangsa. Strategi budaya ini akan mengarahkan perkembangan konsumsi yang memperkuat juga perkembangan industrinya. Dengan modal 220 juta konsumen potensial, pengembangan berbagai industri sangat dimungkinkan.

Pemerintah harus berani bersikap dan tidak hanya mengalir dengan alam kebebasan dan hegemoni asing tanpa rekayasa sosial dan rekayasa pembangunan. Memikirkan remiten dan penyerapan kembali surplus melalui contoh perkembangan ICT, memperlihatkan betapa rapuhnya kebijakan pembangunan pemerintah.

Pemerintah seperti menjadi ujung gelombang yang berpusat di luar. Pemerintah menjadi juru kampanye dan advertensi yang paling efektif dari industri ICT dan industri modern lain yang diproduksi di luar. Dengan tidak memiliki kebijakan jati diri yang jelas, menyebabkan kita menjadi bangsa yang makin tergantung saja.

Referensi :

Prof. Bambang Setiaji
Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta

Liburan Idul Fitri 1429 H

Diberitahukan kepada mahasiswa Universitas Pancasakti Tegal yang mengakses Blog ini bahwa liburan Idul Fitri 1429H, dari tanggal 29 September 2008 sampai dengan 6 Oktober 2008, dengan demikian untuk awal perkulihan khususnya mata kuliah yang saya ampu dimulai tanggal 7 Oktober 2008, hari Selasa dimulai dari jam 14.00 sampai dengan selesai (menyesuaikan kelompok kuliahnya).

Demikian mohon maklum adanya.

deddy prihadi.

Jadwal Kuliah Mahasiswa BK Reguler

Dikarenakan masih banyak mahasiswa yang belum aktif kuliah maka untuk perkuliahan Komputer dan Internet bagi mahasiswa Bimbingan Konseling Reguler masih sesuai jadwal yang telah disepakati sebelumnya yakni setiap Hari Selasa sesuai kelompok sebelumnya, demikian informasi ini Saya sampaikan dan mohon maklum adanya.

Membuat Account E-Mail di Yahoo

Sebelumnya saya pernah memposting cara membuat account email pada PlasaCom, hanya saja pada posting tersebut tidak ada gambar yang dapat mengilustrasikan kegiatan yang dilakukan, mungkin hal tersebut belum juga membantu membuat account e-mail, disini Anda bisa download langkah-langkah membuat account e-mail di YahooCom yang sudah saya sisipkan gambar yang mengilustrasikan disetiap kegiatan yang seharusnya dilakukan. selamat mencoba, semoga ini bisa bermanfaat.

Oya…bagi yang bisa membantu saya untuk mendapatkan software capture windows yang free tentunya, saya tak lupa atas kebaikan Anda mengucapkan terima kasih.

RFID Sebagai Peranti Pengenal Identitas

ERA biometrik memang kini mulai jadi trend. Pilihannya kian beragam, mulai dari sidik jari, pola wajah, pola suara hingga lapisan iris dari mata. Pemakaiannya sudah meluas ke berbagai hal, khususnya wilayah-wilayah yang sangat sensitif terhadap faktor keamanan. Bahkan, kini sudah mulai dicoba penerapan biometrik dengan cara memasukkan peranti chip elektronika berukuran mikro ke dalam tubuh sebagai pengenal identitas pribadi.

Ini memang bukan mimpi. Sudah ada beberapa orang yang mencoba menanam (implantasi) peranti tersebut ke dalam tubuhnya. Salah satunya adalah Amal Graafstra, seorang teknopreneur yang tinggal di Washington, Amerika Serikat. Kisah implantasinya dimuat dalam majalah IEEE Spectrum edisi Maret 2007. Sebagai implan, digunakanlah peranti berbasiskan radio frequency identification atau lebih dikenal dengan RFID.

Peranti ini terdiri dari dua bagian. Peranti pertama adalah RFID reader yang berfungsi untuk membaca kode-kode dari RFID tag (label ) dan membandingkan dengan yang ada di memori reader. Sedangkan bagian kedua adalah RFID tag yang berfungsi menyimpan kode-kode sebagai pengganti identitas diri. Yang umum digunakan pada proses implantasi ini adalah RFID pasif.

Karena RFID tag dimasukkan ke dalam tubuh, tag tidak mungkin memiliki catu daya sendiri. Sehingga harus ada suplai daya dari luar tubuh. Satu-satunya yang memungkinkan adalah dari RFID reader. Ukuran RFID tag yang ditanamkan ke tubuh manusia umumnya sebesar bulir padi. Salah satu produk RFID tag yang ada saat ini memiliki dimensi panjang 11 milimeter dan diameter 1 milimeter.

RFID tag terdiri dari tiga bagian. Pertama, lapisan pelindung dari benturan maupun proses-proses yang berlangsung di dalam tubuh. Kedua, berupa lilitan antena dan sebuah kapasitor membentuk rangkaian yang beresonansi pada frekuensi tertentu. Antena ini akan menangkap induksi medan elektromagnet dari RFID reader dan mengubahnya menjadi arus sebagai sumber tenaga bagi chip. Ketiga, ID chip yang akan memodulasi arus yang merepresentasikan bit-bit sinyal. Bit-bit sinyal ini berisi kode yang tersimpan di dalam ID chip. Panjang bit sinyal berbeda-beda untuk setiap produsen RFID tag.

RFID reader, yang bisa ditempatkan sebagai pengganti kunci di pintu rumah atau kendaraan, mengeluarkan gelombang radio dan menginduksi RFID tag. Gelombang induksi tersebut berisi password (kata kunci ) dan jika dikenali oleh RFID tag, memori RFID tag (ID chip) akan terbuka. Kemudian RFID tag akan mengirimkan kode yang terdapat di memori ID chip melalui antena yang terpasang di tag. RFID reader akan membandingkan kode yang diterima dengan kode kunci yang tersimpan di RFID reader. Jika sesuai, RFID reader akan membuka kunci pintu. Untuk menghindari usaha penggandaan dan pencurian kode kunci, RFID reader akan membuat kode kunci yang baru. Kode baru ini akan disimpan ke memori RFID reader dan dikirimkan ke RFID tag yang akan disimpan di memori ID chip.

Mengurangi privasi

Terkait dengan pemasangan RFID tag ke dalam tubuh manusia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, mengenai tingkat keamanan RFID tag dalam tubuh manusia. RFID tag memiliki lapisan pelindung yang terdiri dari kombinasi plastik dan kaca jenis khusus. Umumnya, lapisan pelindung RFID tag ini memiliki tingkat kekuatan yang tinggi. Sebelum memasang ke dalam telapak tangannya, Amal menguji coba kekuatan pelindung RFID tag tersebut. Ternyata, kekuatan yang dibutuhkan merusak lapisan pelindung RFID tag sebanding dengan kekuatan untuk mematahkan telapak tangannya.

Kedua, terkait dengan keamanan transfer data antara RFID tag dan RFID reader. Masalah yang lazim dihadapi oleh peralatan elektronik sejenis adalah usaha-usaha pencurian kode atau identitas dari peralatan tersebut. Beberapa penelitian menyatakan, mereka telah berhasil menyadap kode-kode yang ditransmisikan antara RFID tag dan RFID reader melalui gelombang radio. Kekurangan ini dapat diatasi dengan membuat enkripsi untuk transmisi data antara keduanya yang cukup sulit untuk dipecahkan oleh orang lain. Sebenarnya, penyadapan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Untuk menyadap kode-kode yang ada di RFID tag maupun RFID reader, si penyadap harus berada sedekat mungkin dengan RFID tag. Karena transmisi data harus dilakukan dalam jarak antara 5 – 10 cm.

Ketiga, terkait dengan efek bagi sosial. Penggunaan peralatan elektronik yang baru selalu membawa pro-kontra di masyarakat. Sama halnya dengan Amal, yang mendapat beragam tanggapan. Dari pujian dan kekaguman sampai cemoohan. Karena ada kekhawatiran, penggunaan RFID tag dalam tubuh akan mengurangi privasi pengguna. RFID tag akan memudahkan seseorang mengetahui posisi pengguna RFID tag tersebut.

RFID juga terbuka peluang sebagai penjejak kendaraan atau peralatan berharga Anda. Atau dipasang pada hewan kesayangan Anda. Batasnya adalah imajinasi Anda sendiri.

Referensi : http://www.dudung.net

Teknologi RFID

RFID (Radio Frequency Identification) atau Identifikasi Frekuensi Radio adalah sebuah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Label, kartu atau chip RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Label RFID terdiri atas mikrochip silikon dan antena. Label yang pasif tidak membutuhkan sumber tenaga, sedangkan label yang aktif membutuhkan sumber tenaga untuk dapat berfungsi.

  • Teknologi aktif chip, dimana chip tersebut diberi tenaga dengan menggunakan battery dan daya yang dibutuhkan sangat kecil, sehingga dari chip yang menggunakan battery tersebut dapat bertahan cukup lama (sampai battery habis). Kelebihan daripada aktif chip adalah jarak jangkauan untuk alat pembacaan data dapat membaca data yang terdapat didalam chip dari jarak yang cukup jauh, namun kelemahannya adalah ukuran akan menjadi besar karena terdapat battery tambahan.
  • Teknologi pasif chip, dimana chip ini tidak menggunakan tenaga battery (sumber energi diambil dari freq yang dipancarkan oleh alat pemancar, dimana sistem kerjanya sama dengan lampu pada handphone yang menyala jika terdapat panggilan masuk), sehingga chip tersebut dapat diperggunakan selama-lamanya. Namun, kelemahan dari chip tipe ini adalah jarak jangkauan untuk alat pembaca data dapat membaca data yang terdapat didalam chip hanya berjarak beberapa cm. Untuk meningkatkan jarak baca pada chip tipe ini adalah dengan menambahkan antena external pada chip RFID tersebut.

Chip RFID memiliki bentuk yang unik, dimana ukurannya sangat kecil, sehingga mudah untuk di tanamkan diberbagai tempat seperti misalnya mata uang us dolar untuk edisi terbaru telah menggunakan RFID, transaksi pembayaran di Singapore dengan menggunakan kartu yang berisikan RFID, dll. Didalam membangun sistem yang berbasis RFID dibutuhkan perlengkapan seperti:

  1. Sebuah chip RFID telah dimasukkan informasi berupa no seri (atau data tertentu sesuai dengan keinginan untuk jenis RFID R/W atau no seri acak yang telah secara otomatis diisikan oleh pabrik pembuat RFID), dimana chip tersebut akan bekerja pada freq tertentu yang telah ditentukan oleh pabrik pembuat (terdapat beberapa standard freq untuk RFID sebagai contoh 125-134 kHz, 13.56 MHz, 2.45 GHz, 5.8 GHz dan masih banyak lagi)
  2. Alat pembaca yang dapat memancarkan gelombang freq tertentu sesuai dengan kartu yang akan diggunakan, dimana alat pembaca tersebut juga berfungsi sebagai alat penerima informasi yang terkirim dari chip yang memiliki data.
  3. Komputer atau microkontroller yang berfungsi menggolah data input dari user.

Pada dasarnya chip RFID berperan sama dengan dengan Barcode, magnetik, smart card, punchcard, kode/no rekening pada buku check, label, dll. Adapun cara kerja daripada RFID yaitu:

  1. Sebuah alat pembaca RFID akan selalu memancarkan signal / freq tertentu secara terus-menerus sampai terdapat sebuah chip RFID menerima signal tersebut pada jarak jangkauan tertentu tergantung dengan antena yang terpasang.
  2. Sebuah chip RFID melintasi area dari pembaca RFID tersebut, dimana chip tersebut akan secara otomatis aktif jika freq yang dipancarkan sesuai dengan freq yang di set didalam chip RFID tersebut yaitu membalas dengan cara mengirimkan data yang terdapat didalamnya.
  3. Alat pembaca yang menggirimkan freq tersebut akan menerima data yang dikirimkan oleh chip RFID, lalu melanjutkan data tersebut ke komputer/microkontroller untuk diolah.
  4. Jika data yang terkirim tersebut sesuai dengan yang diinginkan, maka akan dilakukan sesuai sesuai dengan keinginan. Sebagai contoh membuka pintu, mengabsen, dll.

Adapun kelebihan daripada RFID dibandingkan alat-alat yang sejenis yaitu :

  • Data yang dapat ditampung lebih banyak daripada alat bantu lainnya (kurang lebih 2000 byte)
  • Ukuran sangat kecil (untuk jenis pasif RFID) sehingga mudah ditanamkan dimana-mana
  • Bentuk dan design yang flexibel sehingga sangat mudah untuk dipakai diberbagai tempat dan kegunaan karena chip RFID dapat dibuat dari tinta khusus.
  • Pembacaan informasi sangat mudah, karena bentuk dan bidang tidak mempengaruhi pembacaan, seperti sering terjadi pada barcode, magnetik dll.
  • Jarak pembacaan yang flexibel bergantung pada antena dan jenis chip RFID yang digunakan. Seperti contoh autopayment pada jalan tol, penghitungan stok pada ban berjalan, access gate.
  • Kecepatan dalam pembacaan data.

Kelemahan daripada teknologi RFID :

  • Akan terjadi kekacauan informasi jika terdapat lebih daripada 1 chip RFID melalui 1 alat pembaca secara bersamaan, karena akan terjadinya tabrakkan informasi yang diterima oleh pembaca (kendala ini dapat terselesaikan oleh kemampuan akan kecepatan penerimaan data sehingga chip RFID yang masuk belakangan akan dianggap sebagai data yang berikutnya).
  • Jika terdapat freq overlap (dua freq dari pembaca berada dalam satu area) dapat memberikan informasi data yang salah pada komputer/pengolah data sehingga tingkat akuransi akan berkurang (permasalahan ini dipecahkan dengan cara pengimplementasian alat diteksi tabrakan freq atau menata peletakan area pembacaan sehingga dapat menghindari tabrakan).
  • Gangguan akan terjadi jika terdapat freq lain yang dipancarkan oleh peralatan lainnya yang bukan diperuntukkan untuk RFID, sehingga chip akan merespon freq tersebut (freq Wifi, handphone, radio pemancar, dll).
  • Privasi seseorang akan secara otomatis menjadi berkurang, karena siapa saja dapat membaca informasi dari diri seseorang dari jarak jauh selama orang tersebut memiliki alat pembaca, sebagai contoh seseorang dapat membaca jumlah uang yang dimiliki orang lain didalam dompetnya.

Konsep dan perencanaan pengimplementasian RFID dimasa sekarang dan akan datang:

  • Pada sebuah gedung apartment telah menggunakan smart tag (RFID sekarang) sebagai penganti kunci akses menuju gerbang apt, lift (lantai yang dapat diakses dibatasi), tempat fasilitas.
  • Pada masa yang akan datang setiap manusia akan ditanamkan chip RFID sebagai pengganti kartu pengenal, dimana didalam chip tersebut akan tersimpan informasi mengenai orang tersebut dan jenis chip yang akan ditanamkan adalah jenis aktif chip. Sebagai prototype project chip tersebut telah diuji cobakan pada binatang peliharaan (seperti kucing, anjing dimana pada saat binatang tersebut ditemukan dijalanan akan diketahui pemilik dari binatang tersebut), pada tahanan khusus Amerika (penganti no tahan yang ditato pada tangan tahanan).
  • Prototype smart home telah dibuat, dimana seluruh pintu rumah, lampu dan perlengkapan lainnya akan secara otomatis merespon orang yang memiliki chip tersebut dan mengaktifkan segala sesuatu sesuai dengan karakter dari orang tersebut.
  • Sebagai Smart Tag pada passport sehingga birokrasi pada imigrasi dapat diminimalisasi (teknologi ini telah diterapkan di Malaysia, yaitu dibandara internasional terdapat ruang imigrasi khusus bagi warga Malaysia, dimana seseorang masuk kedalam ruangan tersebut, menaruh passport pada sebuah kotak kecil, dan menindai sidik jari, jika orang tersebut merupakan orang yang benar, maka pintu menuju ruang keberangkatan akan secara otomatis terbuka dan data tentang keberangkatan akan tercatat secara otomatis, jika tidak maka pintu masuk sebelumnya terbuka dan orang tersebut keluar dari ruangan tersebut. Segala aktifitas dari orang-orang yang terdapat didalam ruangan tersebut akan di awasi dari ruangan lainnya oleh seorang petugas imigrasi melalui monitor). Namun teknologi RFID pada passport ini telah membawa masalah disalah satu negara eropa.
  • Dimasa yang akan datang, pelebelan pada seluruh produk kebutuhan sehari-hari (seperti sampoo, sabun, makanan) akan dialihkan dari teknologi barcode menuju RFID sehingga dapat dikombinasikan dengan teknologi pembayaran yang berbasis RFID, dimana seseorang yang berbelanja di supermarket tidak perlu antri berlama-lama ria di counter kasir, karena seluruh barang belanjaan akan diditeksi secara otomatis oleh gate check out dan pemotongan rekening pada rekening yang terdaftar pada chip pembayaran secara otomatis.

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/RFID
  • http://herman.gubukopensource.org

Konsep Dasar Informasi

Anda akan dikenalkan pada lingkunan Informasi, yang mencakup arus informasi di dalam organisasi maupun yang berhubungan dengan bagian eksternal organisasi dan juga pada pengertian makna data dan informasi sehingga Anda diharapkan mampu membedakan istilah tersebut.

Materi dapat Anda dapatkan di halaman Materi Kuliah dengan judul Konsep Dasar Informasi, baca dan pahami kemudian berikan komentar dibagian ini.

Teliti Sebelum Membeli Laptop

Bila kita ingin membeli sebuah laptop Sebelum kita sudah harus tahu terlebih dulu bagaimana produk tersebut menunjang pekerjaan ataupun kebutuhan Anda ke depannya. Secara umum, ukuran laptop di diantaranya mini (di bawah 10 inci), tipis, dan ringan (10 inci?14 inci), mainstream (14 inci?15.4 inci), dan pengganti desktop (17 inci?21 inci).

Jika ingin menggunakan laptop sebagai pengganti PC/komputer rumah, carilah notebook dengan ukuran layar minimal 15 inci sehingga Kita dapat bekerja dengan lebih nyaman. Layar sebesar ini juga praktis sebagai media presentasi ke klien. Sebaliknya, bila Kita acap melakukan perjalanan bisnis, pilih notebook dengan ukuran 12 inci atau kurang.

Jika hanya untuk mengetik atau pekerjaan rutin di Word atau Excel, maka prosesor standar sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan (misal Pentium 4). Tetapi, bila menggunakan laptop untuk desain, editing video sampai bermain game, sangat dianjurkan untuk memilih prosesor yang mempunyai kinerja yang cukup baik (misal Core 2 Duo atau lebih).

Walaupun sudah menentukan ukuran layar, tetapi Kita juga dihadapkan pilihan tipe layar, yaitu standar atau wide. Pilih format wide karena lebih nyaman dan enak dilihat dengan resolusi minimal 1024 x 768.
Ada pula tipe glossy yang terlihat lebih bersinar, namun kurang nyaman untuk membaca. Terakhir, tipe matte yang lebih memberikan kenyamanan saat berurusan dengan teks atau tulisan.

Semakin besar memori (RAM) maka semakin cepat kinerja notebook. Untuk pemakaian standar, memori dengan kapasitas 512 MB?1GB sudah cukup. Untuk desain grafis, game, dan edit video, 2GB adalah ukuran memori ideal.

Bila file di dalam notebook adalah dokumen, hard disk berkapasitas 80GB sudah lebih dari cukup. Tetapi bila lebih banyak menyimpan file lagu, video, dan gambar resolusi tinggi, sebaiknya pilih hard disk berkapasitas 160GB atau lebih.

Pilihlah notebook yang sudah dilengkapi dengan CD/DVD writer. Karena mungkin suatu saat kita butuh memindahkan file di dalam notebook ke CD/DVD atau sebaliknya.

Bila tidak ada, bisa menambahkan CD/DVD writer eksternal yang menggunakan koneksi USB.

Konektivitas ini sangat berguna untuk memudahkan transfer file dari suatu peranti ke peranti lain baik berupa USB, Bluetooth (bila ingin terhubung dengan ponsel), WiFi atau Port Ethernet (local area network/LAN) untuk terkoneksi dengan internet atau area hotspot.

Sumber di cuplik :www.okezone.com

Memberi Hadiah, tapi Mendapat Untung dari Penjualan Hadiah

DULU cukup banyak orang yang bertanya kepada saya seperti ini, “Pak, saya ingin meningkatkan pemasaran dengan memberikan hadiah kepada konsumen. Namun saya takut bagaimana kalau saya malah rugi nantinya?”

Mereka bertanya seperti itu karena belum tahu caranya. Jika Anda belum mengetahui cara yang efektif, memberikan hadiah bisa jadi akan merugikan usaha Anda.

Karena itu belajarlah dengan apa yang telah saya praktikkan sendiri dan saya tulis dalam buku Marketing Revolution saya. Karena dengan belajar cara yang tepat, kita bisa tetap memberi hadiah tanpa mengurangi margin, malah mendapat untung dari penjualan hadiah.

Adapun cara yang bisa dilakukan di antaranya sebagai berikut. Carilah hadiah yang mahal/kesannya mahal. Kalau bisa eksklusif dan orang lain tidak mempunyainya. Kemudian diberi syarat, untuk pembelian dalam jumlah tertentu, pembeli boleh membeli hadiah dengan harga murah. (Harga ini lebih murah dari harga normal,tetapi tetap lebih tinggi dari harga beli). Diberi batas waktu.

Contoh:
Kita memberi hadiah malah bisa lebih untung karena hadiah dijual. Contoh: Dulu adik saya waktu SMA jual kaus untuk promosi ke toko-toko emas, banyak yang menolak. Karena margin emas tipis.

Kemudian cara pemasarannya diperbaiki sehingga, kalau beli 10 gram,dapat kaus gratis, tapi bila lima gram bisa dapat kaus gratis cukup bayar Rp2.000 (karena harga kaus jenis tersebut di pasaran saat itu Rp4.000). Saat itu harga kausnya, karena beli di grosir dari pabriknya bisa dapat @ Rp1.700. Satu toko menyambut ide ini.

Akhirnya toko-toko lain ikut pesan kaus dan ramai-ramai dapat untung triple: (1) dari emasnya, (2) dari hadiah kausnya, dan (3) dari pemakaian kaus tersebut karena ketika dipakai, kaus tersebut mempromosikan tokonya. (Jadi, apa yang terjadi ketika orang beli lima gram emas dan menambah Rp2.000 untuk mendapatkan kaosnya? Karena kausnya @ Rp1.700, yang memberi hadiah malah untung Rp300.

Contoh lain:
Pompa bensin Shell pernah memberi program berikut ini. “Bagi setiap pembelian 20 liter boleh membeli mobil-mobilan Ferrari yang terdiri atas 6 varian @ Rp29.500.” Tahukah Anda,walaupun mainan mobil Ferrari ini resmi berlogo Ferrari, ternyata made in China.

Apakah berdasarkan ongkos produksi mobil-mobilan ini yang ternyata dari plastik, tapi tetap menarik. Buktinya saya koleksi banyak, berharga lebih dari Rp29.500? Saya yakin tidak. Karena waktu saya di China, mereka bisa menjual bolpoin Mount Blanc aspal (asli tapi palsu) dengan harga setelah dikurskan ke rupiah Rp8.000.

Lantas, karena ada pembatasan sampai tanggal tertentu hadiah mobil-mobilan Ferrari tidak boleh dibeli lagi, berbondongbondong orang membelinya. Sudah bensin semakin laris, untung dobel lagi. Isi bensin untung, jual hadiah juga untung. Anda juga bisa mempraktikkannya sesuai dengan bisnis yang Anda jalankan. Namun, harus terus diukur dan dimonitor serta dikembangkan agar lebih efektif. (*)

Referensi :

Tung Desem Waringin
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia The most Powerful People and Ideas